Pahitnya Cinta Pertama
Perkenalkan, nama saya Zoro, saat itu saya baru masuk SMK dan kebetulan aku mengambil jurusan Komputer. waktu pertama kali aku masuk SMK, aku agak takut dan gugup, karena aku juga dikenal sebagai orang penakut dan pemalu, jadi wajar saja saat itu aku merasa takut. Dan ditambah lagi, aku orang satu-satunya dari desa maupun dari sekolahan SMP dulu yang masuk ke SMK itu. Pada saat hari pertama kali masuk dan saat MOS, aku agak ketakutan dikarenkan isu-isu yang beredar kalau saat MOS adalah saat yang paling menakutkan untuk anak kelas 1 yang baru saja masuk. Tapi ternyata, MOS itu tidak seburuk yang aku bayangkan selama ini. Setelah seminggu melewati MOS, saya baru mempunyai satu teman, namanya Riki.
Pada saat pulang sekolah, ada seorang gadis berkerudung yang memanggilku dan berkata,
"hei, Zoro...kamu dicari si dia loh...", katanya.
aku mengacuhkan saja saat itu, selain aku penakut, aku juga sangat malu jika berhadapan dan berbicara dengan seorang perempuan. Sampai dimana aku baru merasakan Cinta Pertama itu. Dan aku tidak mengira, pacar pertamaku adalah orang yang pertama memanggilku waktu itu. Dia adalah seorang Gadis manis dan berkerudung yang namanya Vivi. Pada awalnya, Aku tidak yakin bisa menjadi pacarnya, karena dia juga gadis tercantik dikelasku waktu itu (menurutku sih, gitu) dan ketika aku pdkt dengannya, banyak teman-temanku yang menyatakan cinta kepadanya, tapi sayang...semuanya ditolak. Dan saat itulah, aku jadi ragu untuk menyatakan cinta juga padanya. Tapi keadaannya berbeda dengan yang aku pikirkan.
Saat aku masih sms an dengan Vivi, dia slalu membalas dengan cepat, dan dia yang slalu pertama kali menghubungiku. Bahkan aku jarang sekali menghubunginya lebih dulu. Aku takut, kalau aku menghubunginya lebih dulu, dia mengira kalau aku suka padanya. (padahal juga suka sih) sampai akhirnya, teman-temanku tau kalau aku suka dengannya, entah karna apa teman-temanku bisa tau. dan saat dikelas, teman-temanku mengejekku dengan dia. Aku gak peduli sih, tapi malah seneng :D
Dia bisa tau kalau aku memang suka padanya. Dan mulai saat itu, ketika pulang sekolah, Vivi menanyaiku lewat sms, karena aku juga belum pernah bicara langsung kepadanya, (malu) diapun menanyaiku sehingga aku terdiam untuk beberapa menit..
"kamu suka sama aku yah?", katanyaaku terdiam beberapa menit dan dia sms lagi....aku tidak berani untuk membuka smsnya waktu itu, setelah beberapa menit, akupun membukanya, dan ternyata dia berkata hal yang membuatku tidak bisa berkata."kenapa kamu gak bilang ke aku, kalo kamu suka ke aku..kamukan tau kalo aku juga suka sama kamu.", katanyaawalnya aku tidak berani menjawabnya, tp akhirnya aku coba menjawabnya, "iya, aku memang suka sama kamu sejak dulu. Tapi aku malu ngatainnya kepadamu.""Padahal aku juga suka sama kamu sejak pertama kali bertemu, aku sudah menunggu cukup lama, kenapa kamu gak bilang dari dulu. Kamukan juga tau kalau aku suka sama kamu.", jawabnyakamudian, aku pun menjawab,"karena, kamu sudah tau..kamu mau gak, jadi pacarku."
beberapa menit ku tunggu, dia belum membalas pertanyaanku tadi, dan ketika hpku berbunyi, aku langsung membukanya dan dia pun menjawab,
"iya, aku mau.", jawabnyaaku bertanya lagi,"kenapa tadi kamu balasnya lama?"dia menjawab,"aku kan juga malu, ketika kamu bertanya seperti itu...""ciee, yang baru jadian, ciee", jawabku untuk menggoda :v"aku mau kamu bilang langsung kepadaku kalau kamu benar-benar suka sama aku.", Jawabnyaaku pun menjawab,"iya deh, kapan-kapan aku bilang langsung ke kamu.""loh, kok.. kapan-kapan?", jawabnya"akukan juga malu bilang langsung ke kamu", jawabku"ciee, yang malu bilang...", jawabnya
Tak terasa, waktu sudah sore dan aku menyuruhnya untuk mandi. Dan sejak saat itu, aku baru pertama kali jatuh cinta kepada seorang gadis sekelasku...
Pada saat hari jum'at seteleah aku menyatakan cinta kemarin, teman-temanku sudah pada tau kalau aku sudah jadian dengannya, dan mereka pun semakin mengejekku dan berkata,
"ciee, yang baru aja jadian, PJ nya mana nih.", kata teman-temanku (PJ=pajak jadian)aku menjawab, "tapi aku disuruh dia bilang langsung kepadanya, gimana nih?""ya udah, ntar habis istirahat, kamu bilang padanya", jawab teman-temanku"gak ah, gak..aku malu lah..", jawabku"gak apa-apa, kamu kan laki, laki itu harus berani", jawab teman-temanku
dan pada saat itu, aku sudah tidak menjawabnya, tapi, ketika sudah habis istirahat, ketika aku memasuki ruang kelas, aku langsung ditarik teman-temanku ke bangku Vivi. Aku langsung kaget, dan dia memandangku, akupun langsung berpaling. gak kuat, liat matanya cuy...
teman-temanku menyuruhku untuk menyatakan cinta kepadanya, pertama aku melihatnya, dia sangat malu, apalagi aku, malunya lebih parah. Aku belum pernah sekalipun menyatakan cinta kepada perempuan, dan itu adalah pertama kalinya. Ketika teman-temanku membujuk dan memaksaku untuk menyatakan cinta kepadanya, aku selalu berkata,
"gimana, cara bilangnya? aku gak tau.."salah satu teman perempuanku menjawab,"yaelah, bilang aja aku suka kamu dan kamu mau gak jadi pacarku, gitu." (dia juga cantik sih, tapi gak pake jilbab)Saat itu, aku sulit sekali mau berkata seperti itu, dan aku selalu mengulangi pertanyaanku sampai beberapa kali, karena saking malunya... Dan akhirnya, aku beranikan bertanya kepada Vivi,"Vivi, kamu mau gak jadi pacarku?", tanyaku (agak gemeteran saking malunya)dan temannya bilang,"iya, dia mau zoro" (dia malu juga kayaknya bilang sendiri :D)
Dan pada saat itulah, teman-temanku langsung menggendongku dan melemparku ke atas berulang kali. Pada saat pulang sekolah, aku malah sama sekali tidak berani berbicara apapun dan sangat cuek, kepadanya. Aku setiap hari selalu berbicara dengannya hanya lewat sms saja, tidak berani berbicara langsung kepadanya. Sampai suatu hari, salah satu temanku, berkata kepadaku,
"kamu ini pacaran apa enggak sih? pacaran kok, pada diem semua, kayak enggak pacaran aja, bicarapun enggak.", kata temanku"ya terserah akulah." jawabku
Dan tak pernahku sangka, teman sekaligus sahabatku berkata padaku kalau, dulu dia juga pernah menyatakan cinta kepada vivi, dan ditolak. katanya, vivi masih menunggu seseorang. Dan itu pasti aku, soalnya dulu dia belum pacaran sama aku. Sampai suatu hari, ada temanku seorang pelawak yang setiap hari mendekati pacarku, aku diam saja, karena yang aku pikirkan, biar dia bisa tersenyum karena aku tidak bisa membuatnya tersenyum secara langsung. Tapi hal yang tidak kusangka, setiap hari temanku itu mendekati pacarku, namanya Sanji. Dan sejak saat itu, aku menyadari kalau dia juga suka dengan pacarku. walaupun aku cemburu, aku tidak pernah bilang ke Vivi kalau aku cemburu kepadanya saat dia dekat dengan Sanji. Yang ada dipikiranku adalah, dia bisa membuatnya tersenyum setiap hari, dan sedangkan aku hanya bisa memandangnya dari jauh, walaupun vivi masih menjadi pacarku, aku belum pernah bicara langsung kepadanya, dan pada saat hari ulang tahunnya sekalipun, aku tidak berani mengucapkan "selamat ulang tahun" kepadanya secara langsung. sampai sampai, vivi bilang pada sahabatku,
"kenapa yah, zoro tidak pernah bilang apaun kepadaku?", tanya nya"dia malu mungkin, dia kan juga pemalu.", jawab sahabatku"tapi, waktu aku ulang tahunpun, dia tidak bicara kepadaku, dia cuma bicara lewat sms saja.", tanya nya lagi.dan waktu itu, sahabatkupun tidak bisa menjawab pertanyaan itu dan bilang kepada ku,"zoro, kenapa kamu gak bilang kepada vivi ? dia kan hari ini ulang tahun.", tanya sahabatku"kapan dia bilang kepadamu seperti itu? aku kan sudah bilang ke vivi", jawabku"iya, sudah bilang, tapi lewat sms, dia inginya kamu bilang langsung kepadanya", jawab sahabatku lagi.
Sejak saat itu pula, aku ingin putus dengannya, tapi aku sendiri, masih sangat sayang kepadanya. Hari demi hari kulewati dengan rasa ke cemburuan yang selalu ke pendam ketika melihat Vivi dengan Sanji semakin lama semakin dekat. Dan sejak saat itu, aku selalu marah kepadanya dan aku tidak pernah mengatakan apa penyebab aku marah. Dan sejak saat itu juga, aku sering lama saat membalas smsnya supaya aku berharap dia tau apa maksudku kenapa aku marah. Tapi hal yang tak pernah kusangka, saat aku tidak membalas smsnya, dia berkata,
"Zoro, jawab smsku, ada masalah penting yang ingin aku bicarakan", katanya...entah kenapa akupun langsung paham dengan apa yang ingin dia bicarakan, dan menjawab,"masalah, hubungan kan?", jawabku.."iya, kok kamu bisa tau?", tanya nya balik.."cuma perasaanku aja kok", jawabku, padahal aku sendiri udah tau lama sejak dia mulai dekat dengan sanji, tapi karena aku tidak bisa mendampinginya dg baik, terpaksa aku tidak bilang kalau aku cemburu saat itu. dia menjawab lagi,"kita lebih baik putus saja ya... kalau kamu tanya, aku sebenernya masih sayang dan cinta sama kamu, tapi keadaan yang tidak mendukung.", katanyaakupun tercengang melihat dia berkata seperti itu, dan aku mencoba untuk mempertahankannya"kok gitu? lebih baik kita jangan putus, aku gak marah lagi kok", jawabku"lebih baik kita putus, dari pada aku selalu membuatmu marah, lebih baik kita putus. sebenernya aku juga masih cinta sama kamu." katanya"ya udah deh, kalau itu mau mu." jawabku pasrah
Dan semenjak saat itu, aku tidak berhubungan lagi dengannya, aku juga sadar karena aku juga tidak pantas pacaran dengannya. Dan aku juga sedikit menyesal karena, dulu aku menyatakan cinta kepadanya.
Setelah beberapa minggu terlewati, Vivi dan Sanji akhirnya jadian, hal yang membuatku sangat sakit hati waktu itu, baru beberapa minggu putus, vivi sudah jadian dengan sanji, aku hanya bisa melihatnya saja dia bermesraan sambil berpegangan tangan dengan sanji, walaupun Vivi berjilbab, tak kusangkan gaya pacarannya sampai seperti itu. setiap hari aku merasa hatiku hancur ketika melihatnya berduaan dengan Sanji, aku selalu menyesali berbuatanku yang dulu, kenapa aku menyatakan cinta kepadanya. Belum sampai seminggu, dia sudah putus dengan Sanji dan Vivi bilang kepadaku,
"Aku sudah putus dengan Sanji, Zoro", katanya"Kenapa putus? padahal hubungan kamukan baik-baik saja.", tanyaku"Sanji membohongiku, aku paling tidak suka kalau di bohongi.", jawabnya
dan aku berbicara cukup lama waktu itu, dan saat itulah, sakit hatiku sedikit berkurang ketika mendengar dia putus dengan Sanji.
Beberapa bulang kemudia, Vivi jadian lagi dengan teman dekat Sanji, yang bernama Luffy. Saat itu dalam hatiku berkata, rasain tuh, gimana rasanya pacar di embat temen sendiri, hahaha...walaupun waktu itu aku masih suka dengan Vivi, tapi aku tak merasa cemburu sedikitpun ketika Vivi pacaran dengan Luffy, entah kanapa aku malah merasa senang ketika melihat Luffy dengan Vivi pacaran dan disitu ada Sanji :D. Tapi waktu itu juga yang membuat aku berpikir, "baru putus udah jadian, baru putus udah jadian, dulu bilangnya setia. Tak kusangka, perempuan berhijab, tidak bisa menahan untuk tidak pacaran." aku selalu memikirkan hal itu setiap kali aku bertemu dengan perempuan. Waktu pertengahan kelas tiga, ada gadis cantik imut yang sedikit aku suka (walaupun gak secantik vivi sih). aku juga mendekatinya dengan cara yang sama saat aku mendekati Vivi, tapi baru saat mendekati saja, dia sudah ada yang mendekati lagi, akupun mencoba untuk lebih mendekatinya, namanya adalah shifa. namanya cantik kan :D. dia juga berjilbab, tapi jilbabnya lebih tertutup dari pada Vivi. aku mencoba untuk mencintanya dengan sepenuh hati, tapi aku tidak bisa. Aku berusaha, seitap hari berbicara dengannya (walaupun lewat faceb*ok sih) tapi aku tetap tidak bisa mencintanya.
Di dalam hatinya masih ada Vivi, entah kenapa padahal aku sudah melupakannya, tapi tidak bisa. dan aku bertanya kepadaku sendiri, apakan ini yang dinamakan setia? tapi percuma, dia juga sudah punya pacar. Setelah sekian lama, akupun lulus dari SMK itu. Ketika aku tak sengaja melihat siaran TV, ada beberapa orang yang bilang kepada temannya, "dia gak bisa move on", "kamu itu harus move on", "perempuan itu bukan hanya dia", "move on aja gak bisa". Dan saat mendengar kata itu, aku langsung berfikir, semudah itukah bilang move on ? aku hanya menyatakan cinta kepada orang yang benar benar aku cintai ketika cinta itu ia rusak, semudah itukah untuk move on ? aku heran dengan orang orang yang baru putus udah punya pacar ? apakan dia tidak mencintai pacar sebelumnya dengan sepenuh hati ? walaupun aku sendiri mencoba untuk mencintai orang lain, tapi sampai saat ini, detik ini, aku belum bisa melupakannya, walaupun sudah tidak pernah bertemu dengannya lagi. Dan sekarang, aku tidak pernah mencoba untuk pacaran lagi, jika suatu hari aku menemukan seseorang yang benar benar aku cintai, tidak perlu dipacarin, langsung kerumahnya, bilang kebapaknya, kalau aku ingin menikahi anak bapak...
Satu pertanyaan yang selalu menghantuiku, Apakah semudah itu melupakan seseorang yang kamu cintai? sehingga kamu dengan mudah pacaran lagi dan mencintai orang lain lagi selain dia...
Tamat
Karangan : ASY
jangan lupa mencantumkan sumber dan penerbit novel ini jika mau copy paste yah... hargai saya sebagai penulis....

0 comments:
Post a Comment